Distan Garut Salurkan Bantuan Benih Padi untuk Petani Bayongbong Terdampak Kekeringan
- account_circle JJN
- calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
- visibility 25
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
GARUT, Journal Justice News — Dinas Pertanian Kabupaten Garut menyalurkan bantuan benih padi kepada petani di Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Bantuan tersebut diserahkan Kepala Dinas Pertanian Garut Ardhy Firdian dalam kegiatan syukuran yang digelar Kelompok Tani Peduli Pangan Harum Madu, Senin (28/9/2026).
Ardhy mengatakan, bantuan benih tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah kepada petani yang sebelumnya mengalami dampak kekeringan.
“Kami dari Dinas Pertanian memberikan bantuan benih pengganti untuk anggota kelompok tani,” ujar Ardhy.

Menurutnya, penyaluran bantuan dilakukan sebagai respons atas kebutuhan petani sekaligus dukungan terhadap keberlanjutan aktivitas pertanian masyarakat di wilayah Bayongbong.
Dalam kesempatan tersebut, Ardhy juga mengapresiasi keberadaan dan konsep Sekolah Sungai Cimanuk (SSC) yang dinilai memiliki gagasan positif dalam mendorong pengembangan sektor pertanian serta pemberdayaan masyarakat.
“Jadi memang ini sangat bagus sekali konsep ini, dan ini bisa diadopsi dan dipublikasi oleh kelompok-kelompok masyarakat lain yang ada di Kabupaten Garut,” katanya.
Ardhy berharap berbagai kegiatan yang dilakukan bersama kelompok tani dan masyarakat dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan, khususnya dalam menjaga produktivitas pertanian.

Sementara itu, Direktur Sekolah Sungai Cimanuk, Mulyono Kadafi, mengatakan kegiatan syukuran tersebut dirangkaikan dengan aksi penanaman bibit. Kegiatan itu diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat masyarakat untuk mengelola lahan pertanian.
Menurut Mulyono, persoalan pertanian tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan benih. Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan budidaya tanaman.
“Margi (sebab), tidak ada manfaatnya bibit apa pun juga kalau airnya tidak ada,” tegasnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian Kabupaten Garut atas dukungan terhadap petani, khususnya dalam upaya memperjuangkan ketersediaan air untuk mengairi lahan pertanian.
Bantuan benih tersebut diharapkan tidak hanya menjadi dukungan sementara bagi petani terdampak kekeringan, tetapi juga dapat membantu menjaga keberlanjutan produksi pangan masyarakat.
Di sisi lain, persoalan pengairan tetap menjadi perhatian penting. Sebab, keberhasilan bantuan benih pada akhirnya sangat bergantung pada tersedianya sumber air dan sistem irigasi yang mampu mendukung pertanian secara berkelanjutan.
Red JJN
- Penulis: JJN
