Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Garut » Hari Santri Nasional 2026, Pemkab Garut Kucurkan Hibah untuk 9 Pesantren, Akuntabilitas Penggunaan Dana Jadi Kunci

Hari Santri Nasional 2026, Pemkab Garut Kucurkan Hibah untuk 9 Pesantren, Akuntabilitas Penggunaan Dana Jadi Kunci

  • account_circle JJN
  • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Program Santri Hebat Jadi Sorotan, Transparansi Penyaluran dan Dampak Hibah Perlu Dipastikan

GARUT, Journal Justice News – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Garut tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan. Pemerintah Kabupaten Garut juga menyalurkan dana hibah melalui Program Santri Hebat kepada sembilan pondok pesantren. Di balik penyaluran tersebut, transparansi, ketepatan sasaran, dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran menjadi aspek penting yang patut mendapat perhatian publik.

Penyaluran hibah itu berlangsung dalam rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional Tingkat Kabupaten Garut di Lapangan Otista, Kecamatan Garut Kota, Kamis (22/10/2026). Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, memimpin upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar.

Dalam amanatnya, Nurdin menegaskan bahwa Hari Santri merupakan pengingat atas kontribusi besar ulama dan santri bagi bangsa, termasuk melalui Resolusi Jihad yang dimaklumatkan K.H. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

Namun, tantangan santri masa kini tidak lagi semata-mata berkaitan dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Santri dituntut menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, sekaligus menjaga akhlak serta berkontribusi nyata bagi masyarakat.

“Santri tidak boleh merasa kecil, tidak boleh membatasi diri. Santri bisa menjadi apa saja mulai dari ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin bangsa selama masih terus belajar bersungguh-sungguh dan mengabdikan ilmunya bagi Indonesia,” demikian pesan yang disampaikan Nurdin dalam amanat tersebut.

Dalam kegiatan itu, Pemkab Garut menyalurkan dana hibah melalui Program Santri Hebat kepada sembilan pondok pesantren yang tersebar di sejumlah kecamatan, yakni :

1. Pondok Pesantren Miftahul Anwar, Kecamatan Bayongbong.

2. Pondok Pesantren Jabal Syarif, Kecamatan Cilawu.

3. Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Basyariyah 488, Kecamatan Cisurupan.

4. Pondok Pesantren Siliwangi, Kecamatan Leles.

5. Pondok Pesantren Sirojul Huda, Kecamatan Sukawening.

6. Pondok Pesantren Gunung Cikuray, Kecamatan Cigedug.

7. Pondok Pesantren Zawiyah, Kecamatan Samarang.

8. Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Al-Yuka Garut, Kecamatan Banyuresmi.

9. Pondok Pesantren Al-Ittihad, Kecamatan Tarogong Kidul.

Penyaluran hibah kepada lembaga pendidikan keagamaan ini menjadi bagian dari dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan pesantren. Meski demikian, informasi mengenai besaran dana yang diterima setiap pesantren, dasar penetapan penerima, serta peruntukan anggaran menjadi hal penting agar masyarakat dapat memahami manfaat program secara utuh.

Hibah pemerintah bukan sekadar seremoni penyerahan bantuan. Pengelolaannya harus dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku, sedangkan hasilnya idealnya memberi manfaat nyata bagi pendidikan santri dan pemberdayaan masyarakat.

Karena itu, keterbukaan informasi mengenai nilai hibah, mekanisme penyaluran, serta laporan pertanggungjawaban dapat menjadi bagian penting dari pengawasan publik. Hal tersebut bukan berarti menuduh adanya penyimpangan, melainkan memastikan bahwa dukungan terhadap pesantren berjalan secara transparan dan akuntabel.

Dalam amanatnya, Nurdin juga menekankan tiga fungsi utama pesantren, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Ketiganya dinilai penting untuk memperkuat peran pesantren dalam pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Pesan itu sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dan penerima hibah. Dukungan anggaran perlu berjalan seiring dengan penguatan mutu pendidikan, peningkatan kapasitas santri, dan pemberdayaan masyarakat di lingkungan pesantren.

Publik tentu berharap Program Santri Hebat tidak berhenti sebagai agenda tahunan atau simbol dukungan pemerintah semata. Program tersebut perlu memiliki manfaat yang jelas, terukur, dan dapat dirasakan oleh para santri serta masyarakat.

Peringatan Hari Santri Nasional semestinya menjadi pengingat bahwa penghormatan terhadap perjuangan ulama dan santri harus diterjemahkan ke dalam kebijakan yang tepat sasaran, pengelolaan anggaran yang bertanggung jawab, serta peningkatan kualitas pendidikan keagamaan.

Red JJN

  • Penulis: JJN

Rekomendasi Untuk Anda

  • 171 PESERTA DIDIK TERCATAT, AKTIVITAS BELAJAR TAK TERLIHAT, ADA APA DENGAN PKBM PUTRA RASYA JAYA?

    171 PESERTA DIDIK TERCATAT, AKTIVITAS BELAJAR TAK TERLIHAT, ADA APA DENGAN PKBM PUTRA RASYA JAYA?

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Garut Pamulihan, jounaljusticenews.com — Keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Putra Rasya Jaya di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, menuai pertanyaan. Lembaga dengan NPSN P9999590 tersebut tercatat memiliki 171 peserta didik, terdiri dari 96 laki-laki dan 75 perempuan, tiga ruang kelas serta dua guru. Dalam data kelembagaan, PKBM Putra Rasya Jaya tercatat dipimpin Deska Febriansah, S.Pd. […]

  • Rumah Nyaris Roboh, Ibu Aminah Malah Tak Terdeteksi DTSEN, Pemerintah Diminta Segera Bertindak

    Rumah Nyaris Roboh, Ibu Aminah Malah Tak Terdeteksi DTSEN, Pemerintah Diminta Segera Bertindak

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 22
    • 0Komentar

    GARUT, Journal Justice News – Di tengah berbagai program perlindungan sosial pemerintah, kondisi memprihatinkan dialami Ibu Wati, seorang janda dhuafa penyandang disabilitas tuna rungu dan tuna wicara yang tinggal bersama anaknya, Abdullah Yusuf Ibrahim, di Kampung Galeuh Pakuan, RT 02/RW 09, Desa Galihpakuwon, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut. Keduanya masih menempati rumah yang kondisinya jauh dari […]

  • Patroli Dini Hari di Garut, 9 Pemuda Diamankan Bersama 27 Batu, Alasan untuk Jaga Diri Didalami Polisi

    Patroli Dini Hari di Garut, 9 Pemuda Diamankan Bersama 27 Batu, Alasan untuk Jaga Diri Didalami Polisi

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Sembilan pemuda, termasuk lima anak di bawah umur, diamankan di Jalan Ciledug. Polisi memanggil orang tua untuk mendukung penanganan lebih lanjut. GARUT, Journal Justice News – Patroli dini hari Satuan Samapta Polres Garut mengamankan sembilan pemuda beserta 27 buah batu di kawasan Jalan Ciledug, Kabupaten Garut, Minggu (18/10/2026), sekitar pukul 03.12 WIB. Batu-batu tersebut ditemukan […]

  • Selisih 82 Siswa dalam Tiga Tahun, Pengelolaan Dana BOS SMP Irsyadul Ibad Pakenjeng Didesak Diaudit

    Selisih 82 Siswa dalam Tiga Tahun, Pengelolaan Dana BOS SMP Irsyadul Ibad Pakenjeng Didesak Diaudit

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Garut Pakenjeng, journaljusticenews.com – Pengelolaan data peserta didik dan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP Irsyadul Ibad, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, menjadi sorotan. Selama tiga tahun berturut-turut, 2023–2025, ditemukan selisih total 82 siswa antara data ARKAS dan Dapodik.   Data yang dihimpun menunjukkan, pada 2023 ARKAS mencatat 183 siswa, sedangkan Dapodik 176 siswa, selisih […]

  • DATA 28 SISWA MA AL-INAYAH DIDUGA “NYASAR” KE PKBM, ORANG TUA MINTA JAWABAN SIAPA YANG INPUT?

    DATA 28 SISWA MA AL-INAYAH DIDUGA “NYASAR” KE PKBM, ORANG TUA MINTA JAWABAN SIAPA YANG INPUT?

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Siswa Dinyatakan Aktif di MA, Namun Tercatat di PKBM PNF Sebut Baru Mengetahui dari Wartawan, TKA Menanti Kejelasan Data Garut, Pakenjeng, Journal Justice News — Persoalan administrasi peserta didik mencuat di lingkungan MA Al-Inayah, Pakenjeng, Kabupaten Garut. Dokumen resmi madrasah menyatakan 28 peserta didik kelas XII berstatus aktif pada Tahun Ajaran 2026/2027. Namun, dalam dokumen tersebut […]

  • Power Up: Advanced Charging Solutions and Battery Tech Innovations

    Power Up: Advanced Charging Solutions and Battery Tech Innovations

    • calendar_month Sabtu, 24 Feb 2024
    • account_circle JJN
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Smart Homes: Beyond Automation to AnticipationIf 2023 could be summarized in the gadget space, it would be the year where our homes started truly “understanding” us. Gone are the days of generic automation. With advancements in AI, homes now anticipate needs. Your coffee machine knows when you’ve had a rough night and adjusts the brew […]

expand_less