Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » DANA BOSP Rp 233 JUTA DIPERTANYAKAN, PKBM MANBAUL HIDAYAH BUNGKAM

DANA BOSP Rp 233 JUTA DIPERTANYAKAN, PKBM MANBAUL HIDAYAH BUNGKAM

  • account_circle JJN
  • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
  • visibility 68
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

141 Warga Belajar Tercatat, Kepala PKBM Nasep Bahrul Ulum Tak Merespons Konfirmasi Wartawan

Garut Samarang, Journal Justice News — Pengelolaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) di PKBM Manbaul Hidayah, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, menjadi sorotan. Lembaga yang tercatat memiliki 141 warga belajar itu disebut menerima alokasi BOSP sebesar Rp 233.300.000 pada tahun berjalan. Sabtu, 26/09/2026.

Data yang dihimpun menyebutkan, 141 warga belajar tersebut terdiri dari 8 peserta Paket A, 55 Paket B, dan 78 Paket C.

PKBM Manbaul Hidayah beralamat di Kampung Pasir Ucing RT 01 RW 10, Desa Samarang, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, berada di bawah naungan Yayasan Darul Hasanah dengan Aceng Saeful Muslim sebagai pimpinan yayasan. Sementara Nasep Bahrul Ulum tercatat sebagai Kepala PKBM sekaligus operator.

Besarnya dana dan jumlah warga belajar tersebut memunculkan pertanyaan mendasar, apakah seluruh data peserta benar-benar sesuai kondisi riil dan menjadi dasar yang sah dalam pengalokasian BOSP?

Awak media telah melakukan konfirmasi kepada Kepala PKBM Nasep Bahrul Ulum. Pertanyaan yang diajukan mencakup rekapitulasi Dapodik, daftar hadir warga belajar, SK peserta didik aktif, berita acara verifikasi data, RKAS/RKAB, SPJ, bukti pembayaran honor tutor, dokumen pengadaan, BAST, hingga hasil monitoring atau audit.

Total terdapat 21 pertanyaan yang meminta penjelasan mengenai data peserta didik dan pertanggungjawaban penggunaan dana.

Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PKBM.

Upaya mendatangi lembaga juga dilakukan untuk memperoleh klarifikasi secara langsung. Namun, awak media belum mendapatkan keterangan dari pihak pengelola. Komunikasi melalui WhatsApp dengan kepala PKBM juga disebut terhenti setelah kontak wartawan diduga diblokir.

Sikap tersebut bukan bukti bahwa telah terjadi penyimpangan. Namun, tanpa klarifikasi dan dokumen pendukung, sejumlah pertanyaan mengenai pengelolaan dana publik tersebut tetap terbuka.

Persoalan utama bukan sekadar besar kecilnya anggaran, melainkan validitas data yang menjadi dasar pengalokasian dana.

Jika dalam verifikasi resmi ditemukan data warga belajar tidak sesuai kondisi sebenarnya, perlu ditelusuri bagaimana data tersebut dimasukkan, siapa yang melakukan pemutakhiran, kapan dilakukan, serta apakah ketidaksesuaian tersebut berpengaruh terhadap alokasi dana.

Begitu pula penggunaan Rp 233,3 juta harus dapat ditelusuri melalui RKAS, realisasi belanja, SPJ, bukti transaksi, pembayaran honor tutor dan dokumen pendukung lainnya.

Jika terdapat ketidaksesuaian, konsekuensinya harus ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku. Belum tersedianya dokumen di tangan media juga tidak boleh langsung dianggap sebagai bukti tindak pidana.

Ketika pihak PKBM belum memberikan penjelasan, publik patut menunggu langkah instansi pembina.

Apakah 141 warga belajar tersebut telah diverifikasi sesuai kondisi riil?

Apakah data Dapodik sesuai dengan peserta yang benar-benar aktif?

Apakah penggunaan Rp 233.300.000 telah dilaporkan dan dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan BOSP?

Dan apakah PKBM Manbaul Hidayah pernah menjalani monitoring atau pemeriksaan?

Pertanyaan tersebut hanya dapat dijawab secara objektif melalui data, dokumen dan verifikasi resmi, bukan melalui asumsi.

Pemberitaan ini tidak menyimpulkan PKBM Manbaul Hidayah, Nasep Bahrul Ulum maupun Yayasan Darul Hasanah telah melakukan penyimpangan.

Redaksi memberikan ruang kepada pihak PKBM, yayasan, maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Garut untuk memberikan klarifikasi, bantahan, koreksi, dan dokumen pendukung.

Sebab ketika Rp 233,3 juta dana publik dikaitkan dengan 141 warga belajar, pertanyaan yang paling sederhana sekaligus paling penting adalah :

Apakah datanya benar, dan ke mana dana tersebut digunakan?

Publik tidak membutuhkan asumsi. Publik membutuhkan jawaban yang dapat dibuktikan dengan dokumen.

Red JJN

  • Penulis: JJN

Rekomendasi Untuk Anda

  • Design Transcended: When Art Meets Technology in Gadgetry

    Design Transcended: When Art Meets Technology in Gadgetry

    • calendar_month Jumat, 2 Feb 2024
    • account_circle JJN
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

  • PENGAKUAN JOKI UJIAN GUNCANG PKBM PUTRI PERTIWI, 186 PESERTA DIDIK, SIAPA YANG MENGERJAKAN UJIAN?

    PENGAKUAN JOKI UJIAN GUNCANG PKBM PUTRI PERTIWI, 186 PESERTA DIDIK, SIAPA YANG MENGERJAKAN UJIAN?

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Warga Mengaku Dibayar Rp 50 Ribu per Hari untuk Mengerjakan Ujian Paket, Kepala Sekolah Lama dan Baru Saling Lempar Klarifikasi Garut Bungbulang, journaljusticenews.com — Dugaanpraktik joki dalam pelaksanaan ujian pendidikan kesetaraan mencuat di PKBM Putri Pertiwi, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut.Persoalan ini mencuat setelah seorang wargamengaku secara langsung pernah mengerjakan ujian paket yang disebut diperuntukkan bagi […]

  • Diduga Palsukan Kemasan Teh Herbal Merek Sehatku, Empat Orang Diamankan Polres Garut

    Diduga Palsukan Kemasan Teh Herbal Merek Sehatku, Empat Orang Diamankan Polres Garut

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Raup Keuntungan Rp 3–5 Juta per Bulan, Produk Diduga Bermerek Serupa Dipasarkan Lewat TikTok GARUT, Journal Justice News – Dugaan pemalsuan kemasan teh herbal yang menyerupai merek terdaftar Sehatku Herbal dibongkar jajaran Polres Garut. Empat orang tersangka diamankan setelah penyelidikan atas laporan perusahaan pemilik merek yang mencurigai penurunan omzet penjualan akibat dugaan peredaran produk serupa […]

  • Innovations Leading Us Towards a Sustainable Future

    Innovations Leading Us Towards a Sustainable Future

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle JJN
    • visibility 593
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Istighosah di Cikajang, Camat Tekankan Doa dan Ikhtiar demi Garut Aman dan Sejahtera

    Istighosah di Cikajang, Camat Tekankan Doa dan Ikhtiar demi Garut Aman dan Sejahtera

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Aparatur Pemerintahan dan Siswa Turut Berdoa di Masjid Jihadul Hidayah, Kondusivitas Daerah dan Kelancaran Pembangunan Jadi Harapan GARUT, Journal Justice News – Upaya menjaga kondusivitas wilayah dan mendorong pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kerja nyata, tetapi juga kebersamaan dan ikhtiar spiritual. Semangat tersebut tercermin dalam kegiatan istighosah yang digelar Kecamatan Cikajang di Masjid Jihadul Hidayah, […]

  • Hari Santri Nasional 2026, Pemkab Garut Kucurkan Hibah untuk 9 Pesantren, Akuntabilitas Penggunaan Dana Jadi Kunci

    Hari Santri Nasional 2026, Pemkab Garut Kucurkan Hibah untuk 9 Pesantren, Akuntabilitas Penggunaan Dana Jadi Kunci

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Program Santri Hebat Jadi Sorotan, Transparansi Penyaluran dan Dampak Hibah Perlu Dipastikan GARUT, Journal Justice News – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Garut tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan. Pemerintah Kabupaten Garut juga menyalurkan dana hibah melalui Program Santri Hebat kepada sembilan pondok pesantren. Di balik penyaluran […]

expand_less