Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Garut » Garut Kejar Dana Pusat untuk 2027, Bupati Minta DPRD dan SKPD Bergerak Lebih Strategis

Garut Kejar Dana Pusat untuk 2027, Bupati Minta DPRD dan SKPD Bergerak Lebih Strategis

  • account_circle JJN
  • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
  • visibility 34
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TKD Menurun, Pemkab Garut Petakan Program Pusat, Bupati Bukan Sekadar Mengejar Banyaknya Program

Garut, Tarogong Kidul — Journal Justice News — Di tengah tekanan efisiensi fiskal dan menurunnya alokasi Transfer ke Daerah (TKD), Pemerintah Kabupaten Garut mulai mengarahkan strategi pembangunan 2027 pada optimalisasi sumber pendanaan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Garut Masa Sidang I Tahun 2026 di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Jalan Patriot, Tarogong Kidul, Jumat (25/9/2026). Informasi mengenai agenda tersebut juga dimuat dalam kanal resmi Pemerintah Kabupaten Garut.

Rapat tersebut membahas Penandatanganan Nota Kesepakatan Perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun Anggaran 2026, sekaligus penyampaian kata akhir fraksi dan keputusan DPRD Kabupaten Garut.

Di hadapan jajaran legislatif, Syakur menekankan bahwa hubungan antara eksekutif dan legislatif perlu diperkuat, terutama dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pembangunan daerah.

“Dengan diamanahkan sebagai anggota DPRD, semakin memperkuat sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Garut dan DPRD,” ujar Syakur.

Kondisi fiskal menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Syakur menyebut Pemkab Garut terus berkoordinasi dengan Bappenas untuk mengidentifikasi peluang pendanaan dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Strategi tersebut diarahkan agar keterbatasan ruang fiskal daerah tidak secara otomatis menghentikan program pembangunan.

“Salah satu inisiatif kami untuk menyusul sumber-sumber keuangan pendapatan dari pemerintah pusat dan juga pemerintah Provinsi Jawa Barat,” jelasnya.

Pemkab Garut juga mencermati informasi mengenai sejumlah Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) dan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang disebut akan berjalan pada 2027.

Namun, peluang pendanaan tersebut membutuhkan kesiapan program di tingkat daerah.

Syakur meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mulai memetakan program yang memiliki peluang untuk diselaraskan dengan agenda pemerintah pusat.

“Harapan saya teman-teman SKPD sudah mulai melihat peluang-peluang di mana ada sinkronisasi antara rencana kita tahun 2027 dengan rencana pemerintah pusat,” tegasnya.

Pesan tersebut menempatkan perangkat daerah pada pekerjaan yang cukup konkret: memetakan kebutuhan daerah, menyiapkan program, kemudian mencari titik temu dengan prioritas pemerintah pusat.

Dengan demikian, peluang pendanaan tidak hanya bergantung pada ketersediaan anggaran daerah, tetapi juga pada kemampuan pemerintah daerah menyiapkan program yang sesuai dengan skema pendanaan yang tersedia.

Syakur menegaskan, optimalisasi pendanaan harus tetap berujung pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

Di tengah keterbatasan anggaran, menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat.

“Bukan hanya mengejar jumlah yang banyak, tetapi efektivitas daripada program yang akan kita laksanakan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa strategi pembangunan 2027 tidak cukup hanya dengan memperbanyak daftar program atau mengejar sumber dana dari luar daerah.

Yang menjadi pekerjaan berikutnya adalah memastikan program yang disusun benar-benar selaras dengan kebutuhan Garut, memiliki sumber pembiayaan yang jelas, dan menghasilkan manfaat yang terukur bagi masyarakat.

Sinergi Pemkab Garut dan DPRD pun menjadi bagian penting dalam proses tersebut, terutama dalam pembahasan arah kebijakan, penganggaran, serta pengawasan pelaksanaan pembangunan.

 

Red JJN

  • Penulis: JJN

Rekomendasi Untuk Anda

  • 40 Ribu Anak Garut Disebut Putus Sekolah, Bupati Tekankan Pendidikan Umum dan Agama Harus Berjalan Beriringan

    40 Ribu Anak Garut Disebut Putus Sekolah, Bupati Tekankan Pendidikan Umum dan Agama Harus Berjalan Beriringan

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Garut Cikajang, journaljusticenews.com — Persoalan pendidikan di Kabupaten Garut kembali smenjadi perhatian serius. Di tengah upaya memperkuat pendidikan keagamaan melalui pondok pesantren, masih terdapat persoalan besar yang tak boleh luput dari perhatian: puluhan ribu warga usia sekolah disebut tidak lagi melanjutkan pendidikan.   Hal tersebut disampaikan Bupati Garut Abdusy Syakur Amin saat menghadiri Tabligh Akbar […]

  • Inspirational Tales of Gadgets Changing Lives for the Better

    Inspirational Tales of Gadgets Changing Lives for the Better

    • calendar_month Rabu, 21 Feb 2024
    • account_circle JJN
    • visibility 286
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • “Martabak Korlap” Banjarwangi–Singajaya–Pendeuy Jalan Rusak, Tambal Sulam, Publik Tagih Kepastian

    “Martabak Korlap” Banjarwangi–Singajaya–Pendeuy Jalan Rusak, Tambal Sulam, Publik Tagih Kepastian

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 53
    • 0Komentar

    GARUT  – Ruas jalan Banjarwangi–Singajaya–Pendeuy kembali menjadi sorotan. Jalur yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Garut itu dinilai belum mendapatkan penanganan yang sebanding dengan tingkat kerusakan serta kebutuhan warga. Lubang, permukaan jalan tidak rata, retakan hingga tambalan yang kembali rusak masih menjadi pemandangan di sejumlah titik. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik: sampai […]

  • Polres Garut Bongkar Dugaan Peredaran Ganja 315,5 Gram, Pemasok Berinisial A Masih Diburu

    Polres Garut Bongkar Dugaan Peredaran Ganja 315,5 Gram, Pemasok Berinisial A Masih Diburu

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 19
    • 0Komentar

    16 Paket Ganja Diamankan di Tarogong Kidul, Tersangka Diduga Berperan Menyimpan dan Memetakan Lokasi Distribusi GARUT, Journal Justice News – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Garut mengungkap dugaan peredaran gelap narkotika jenis ganja kering di kawasan Jalan Patriot, Desa Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Dalam pengungkapan pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 21.20 WIB itu, […]

  • Design Transcended: When Art Meets Technology in Gadgetry

    Design Transcended: When Art Meets Technology in Gadgetry

    • calendar_month Jumat, 2 Feb 2024
    • account_circle JJN
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

  • HAMPIR DUA TAHUN MENUNGGU JAWABAN, KELUARGA SALASABILA PERTANYAKAN PERTANGGUNGJAWABAN RSUD DR. SLAMET

    HAMPIR DUA TAHUN MENUNGGU JAWABAN, KELUARGA SALASABILA PERTANYAKAN PERTANGGUNGJAWABAN RSUD DR. SLAMET

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Garut, jounaljusticenews.com — Hampir dua tahun berlalu, namun persoalan yang dialami keluarga Salasabila Rizkia setelah menjalani perawatan di RSUD dr. Slamet Kabupaten Garut pada 2024 disebut belum menemukan titik terang. Keluarga mempertanyakan perubahan bentuk hidung yang dialami Salasabila setelah menjalani perawatan di ruang Perinatologi selama kurang lebih 48 hari. Hingga September 2026, keluarga mengaku masih […]

expand_less