Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Sekolah Sepi, BOS RP 216 Juta Data Siswa SMA Islam As Sakinah Pakenjeng Diduga Tak Sesuai Kondisi

Sekolah Sepi, BOS RP 216 Juta Data Siswa SMA Islam As Sakinah Pakenjeng Diduga Tak Sesuai Kondisi

  • account_circle JJN
  • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
  • visibility 45
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Garut Pakenjeng, journaljusticenews.com – SMA Islam As Sakinah Pakenjeng yang berada di bawah naungan Yayasan As Sakinah Pakenjeng menjadi sorotan setelah muncul dugaan ketidaksesuaian antara data jumlah siswa yang tercatat di sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan kondisi riil di lapangan.

Berdasarkan data Dapodik tahun 2025, SMA Islam As Sakinah Pakenjeng tercatat memiliki 144 siswa. Dengan jumlah tersebut, sekolah ini tercatat menerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sekitar Rp 216.000.000 dalam satu tahun anggaran.

Namun saat awak media melakukan peninjauan langsung ke lokasi sekolah pada Selasa (04/03/2026), aktivitas pembelajaran di lingkungan sekolah terlihat relatif sepi.

Jumlah siswa yang terlihat mengikuti kegiatan belajar mengajar hanya sebagian kecil dan dinilai tidak sebanding dengan data siswa yang tercatat dalam sistem.

Salah seorang guru yang ditemui di lokasi dan meminta identitasnya dirahasiakan menjelaskan bahwa fasilitas kelas di sekolah tersebut terbatas.

“Di sini ada tiga ruang kelas. Untuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menerima sekitar 66 siswa. Selebihnya silakan tanyakan langsung kepada kepala sekolah, saya khawatir salah menyampaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMA Islam As Sakinah Pakenjeng, Ahmad Husen, yang tidak berada di lokasi saat kunjungan dilakukan, memberikan klarifikasi melalui telepon. Ia menyatakan bahwa jumlah siswa 144 orang sesuai data Dapodik.

Menurutnya, kegiatan belajar di sekolah dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelas reguler dan sekolah terbuka, sehingga tidak semua siswa hadir secara bersamaan di sekolah. “Pembelajaran dibagi dua, ada reguler dan sekolah terbuka. Jadi saat kegiatan berlangsung, siswa terlihat sedikit karena terbagi”, jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa program sekolah terbuka masih berada di bawah kepemimpinannya dan menggunakan satu data Dapodik yang sama. Adapun metode pembelajaran pada kelompok tersebut dilakukan secara daring maupun komunikasi terbatas secara langsung.

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua Yayasan As Sakinah Pakenjeng maupun pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ketidaksesuaian data tersebut.

Jika benar terjadi ketidaksesuaian antara data siswa di Dapodik dengan kondisi riil, maka terdapat beberapa potensi pelanggaran regulasi pendidikan yang perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang.

1. Dugaan Manipulasi Data Dapodik. Data jumlah siswa dalam Dapodik menjadi dasar penentuan berbagai program bantuan pemerintah, termasuk dana BOS.

Hal ini diatur dalam Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis BOS.

Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa Data penerima BOS wajib berdasarkan data riil siswa aktif di Dapodik dan Satuan pendidikan dilarang memanipulasi data peserta didik untuk memperoleh dana bantuan lebih besar.

Apabila terbukti terjadi manipulasi, maka konsekuensinya dapat berupa, Pengembalian dana BOS, Sanksi administratif, Pemblokiran bantuan pemerintah dan hingga proses hukum jika terdapat unsur kerugian negara

2. Ketentuan Sekolah Terbuka. Program Sekolah Terbuka sebenarnya memiliki aturan tersendiri dan tidak dapat sembarangan digabungkan dengan sekolah reguler.

Dasarnya antara lain, Permendikbud Nomor 72 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Layanan Khusus dan Ketentuan penyelenggaraan SMA Terbuka

Dalam praktiknya, SMA terbuka harus memiliki kelompok belajar (pokjar) yang jelas, Peserta didik harus terdata dan mengikuti proses pembelajaran terstruktur dan Kehadiran siswa tetap harus dapat dipertanggungjawabkan secara administratif.

Jika hanya digunakan sebagai alasan untuk menutupi perbedaan jumlah siswa yang hadir, maka hal tersebut berpotensi menjadi indikasi penyimpangan administratif.

3. Potensi Penyalahgunaan Dana BOS dihitung berdasarkan jumlah siswa. Untuk jenjang SMA, besaran rata-rata sekitar Rp 1.500.000 per siswa per tahun.

Jika data siswa tidak sesuai dengan kondisi riil, maka berpotensi terjadi, kelebihan pencairan dana dan penyalahgunaan anggaran pendidikan.

Hal ini dapat masuk dalam kategori, maladministrasi dan bahkan tindak pidana korupsi jika terdapat unsur memperkaya diri atau pihak tertentu.

Perlu Audit dan Klarifikasi, Melihat adanya perbedaan antara data administrasi dan kondisi lapangan, sejumlah pihak menilai perlu adanya, Verifikasi ulang data Dapodik, Audit penggunaan dana BOS dan klarifikasi resmi dari yayasan dan dinas pendidikan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan transparansi pengelolaan pendidikan dan penggunaan anggaran negara.

Red JJN

  • Penulis: JJN

Rekomendasi Untuk Anda

  • Streamlining Tasks: Automation Gadgets Revolutionizing Everyday Work

    Streamlining Tasks: Automation Gadgets Revolutionizing Everyday Work

    • calendar_month Rabu, 17 Jan 2024
    • account_circle JJN
    • visibility 407
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Innovations Leading Us Towards a Sustainable Future

    Innovations Leading Us Towards a Sustainable Future

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle JJN
    • visibility 593
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • 171 PESERTA DIDIK TERCATAT, AKTIVITAS BELAJAR TAK TERLIHAT, ADA APA DENGAN PKBM PUTRA RASYA JAYA?

    171 PESERTA DIDIK TERCATAT, AKTIVITAS BELAJAR TAK TERLIHAT, ADA APA DENGAN PKBM PUTRA RASYA JAYA?

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Garut Pamulihan, jounaljusticenews.com — Keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Putra Rasya Jaya di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, menuai pertanyaan. Lembaga dengan NPSN P9999590 tersebut tercatat memiliki 171 peserta didik, terdiri dari 96 laki-laki dan 75 perempuan, tiga ruang kelas serta dua guru. Dalam data kelembagaan, PKBM Putra Rasya Jaya tercatat dipimpin Deska Febriansah, S.Pd. […]

  • Hari Santri Nasional 2026, Pemkab Garut Kucurkan Hibah untuk 9 Pesantren, Akuntabilitas Penggunaan Dana Jadi Kunci

    Hari Santri Nasional 2026, Pemkab Garut Kucurkan Hibah untuk 9 Pesantren, Akuntabilitas Penggunaan Dana Jadi Kunci

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Program Santri Hebat Jadi Sorotan, Transparansi Penyaluran dan Dampak Hibah Perlu Dipastikan GARUT, Journal Justice News – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Garut tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan. Pemerintah Kabupaten Garut juga menyalurkan dana hibah melalui Program Santri Hebat kepada sembilan pondok pesantren. Di balik penyaluran […]

  • 23 WARGA GARUT TERDATA SEBAGAI KORBAN VIRGO 8, 11 BELUM DITEMUKAN, 2 MENINGGAL, 10 SELAMAT

    23 WARGA GARUT TERDATA SEBAGAI KORBAN VIRGO 8, 11 BELUM DITEMUKAN, 2 MENINGGAL, 10 SELAMAT

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Posko Situsaeur Terus Koordinasi dengan Basarnas, Data Korban Masih Bergerak Garut, journaljusticenews.com — Tragedi kecelakaan kapal Virgo 8 menyisakan duka dan penantian panjang bagi sejumlah keluarga di Kabupaten Garut. Berdasarkan data sementara yang dihimpun Posko Informasi Korban Kecelakaan Kapal Virgo 8, sedikitnya 23 warga asal Garut tercatat dalam daftar korban. Minggu, 20/09/2026. Dari jumlah tersebut, […]

  • Revitalisasi SMAN 18 Garut Selisih Rp59,3 Juta Dijelaskan P2SP, Pekerja Tak Pakai APD Ikut Disorot

    Revitalisasi SMAN 18 Garut Selisih Rp59,3 Juta Dijelaskan P2SP, Pekerja Tak Pakai APD Ikut Disorot

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 47
    • 0Komentar

    GARUT, Journal Justice News – Perbedaan angka anggaran dalam proyek Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 di SMAN 18 Garut menjadi sorotan. Nilai yang tercantum pada papan informasi proyek sebesar Rp 842.345.559,72, sementara total pagu anggaran yang disampaikan P2SP mencapai Rp 901.679.000. Rabu, 07/10/2026. Dengan demikian terdapat selisih sekitar Rp 59.333.440,28. Namun, perbedaan tersebut […]

expand_less