Malam Mencekam di Pasar Andir Bayongbong, Puluhan Kios Dilalap Api, Penyebab Diburu Polisi
- account_circle JJN
- calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
- visibility 23
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
GARUT, Journal Justice News – Kebakaran hebat melanda Pasar Andir, Kampung Andir, RT 001/RW 006, Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (7/10/2026) malam.
Sedikitnya 26 kios pedagang terdampak dalam peristiwa tersebut. Jumlah itu masih berpotensi bertambah karena pendataan oleh pihak terkait dan UPT Pasar masih berlangsung. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, sementara nilai kerugian materi masih dalam proses penghitungan.

Api diketahui sekitar pukul 21.30 WIB setelah masyarakat melaporkan kejadian melalui layanan Call Center 110. Kobaran api membakar sejumlah kios di Blok A, B, C serta Blok Mawar yang berada di bagian tengah dan belakang pasar.
Menerima laporan, personel Polsek Bayongbong langsung bergerak menuju lokasi. Bersama masyarakat, petugas melakukan upaya pemadaman awal secara manual menggunakan ember sekaligus mengimbau warga menjauh dari lokasi untuk mencegah jatuhnya korban.
Tak lama kemudian, armada pemadam dari berbagai unsur tiba di lokasi. Penanganan melibatkan Damkar Kabupaten Garut, Damkar TNI AD Kodim Garut, Damkar Yonif 303, Damkar Denbekang, BPBD Kabupaten Garut dan PMI Kabupaten Garut.
Petugas berjibaku memadamkan kobaran api hingga proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar 4,5 jam. Api akhirnya berhasil dikuasai sekitar pukul 01.59 WIB, Kamis (8/10/2026).
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas langsung melakukan pendataan terhadap kios terdampak dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Berdasarkan informasi awal di lokasi, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik. Namun, polisi belum menyimpulkan penyebab pasti dan masih melakukan pendalaman serta mengumpulkan bahan keterangan.
Kapolsek Bayongbong Iptu Mahmudi mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari menerima laporan, mendatangi dan mengamankan lokasi, melakukan dokumentasi hingga meminta keterangan para saksi.
“Untuk korban jiwa dalam kejadian ini nihil. Sementara kerugian materi masih dalam proses pendataan karena jumlah kios dan kerugian masing-masing pedagang belum seluruhnya terdata,” demikian keterangan Kapolsek Bayongbong.
Besarnya kobaran api membuat sedikitnya 10 unit kendaraan dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman.
Armada tersebut terdiri dari empat unit Damkar Kabupaten Garut, dua unit Damkar TNI AD Kodim Garut, satu unit Damkar Yonif 303, satu unit Damkar Denbekang, satu unit BPBD Kabupaten Garut dan satu unit PMI Kabupaten Garut.
Sejumlah pejabat dan unsur terkait juga mendatangi lokasi, di antaranya Bupati Garut, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Camat Bayongbong, Kapolsek Bayongbong, personel Koramil 1113 Bayongbong, anggota Kodim Garut, personel Polsek Bayongbong, Damkar Kabupaten Garut serta BPBD Kabupaten Garut.
Sementara itu, para pedagang yang kiosnya terdampak diketahui berasal dari berbagai jenis usaha, mulai dari sembako, sayuran, ikan asin, kelontongan, plastik, kue, ciki, tahu, tempe hingga kebutuhan lainnya.
Hingga Kamis pagi, petugas masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah kios yang terdampak serta menghitung total kerugian akibat kebakaran.
Penyebab pasti kebakaran masih menjadi pekerjaan polisi. Dugaan korsleting listrik masih harus dibuktikan melalui hasil pemeriksaan dan pendalaman di lokasi kejadian.
Red JJN
- Penulis: JJN
