Warta dari Dua Tahta Garut dan Bogor
- account_circle JJN
- calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
- visibility 28
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
I. Dari Lembah Garut: Janji Lima Hari
Di Kota Dodol, berita itu pernah membakar udara,
Seorang bupati mengucap janji di atas meja.
Sumpah setia terucap manis dalam tajuk agama,
Namun takdir pernikahan runtuh hanya dalam hitungan masa.
Lima hari bertakhta di balik tirai sirri,
Gadis muda diceraikan lewat selembar SMS dingin di jemari.
Sebab mahkota tak lagi menyukai aroma yang dinilai tak suci,
Rakyat geram, etika pemimpin sirna ditelan rasa gengsi.
Janji politik terlipat rapat dalam skandal asmara,
Kursi kekuasaan goyah dihantam amarah warga.
Etika runtuh di panggung publik yang terluka,
Aceng terlempar, menjadi catatan kelam dalam sejarah kota.
II. Dari Bumi Tegar Beriman: Uang Rakyat dan Ruang Gelap
Sementara di tanah Bogor, berita berhembus kencang,
Korupsi dan perselingkuhan menari di balik gedung yang menjulang.
Bukan sekadar asmara terselubung di balik jendela kelam,
Tapi uang rakyat yang digrogoti tanpa rasa cemas dan remang.
Di balik seragam dinas dan wibawa pejabat tinggi,
Anggaran proyek dipotong, upeti mengalir saban hari.
Gedung-gedung megah berdiri di atas pasir janji,
Sementara hati nurani mati ditukar rupiah dan kepuasan diri.
Bupati dan pejabat bertumbangan ditangkap tangan,
Rompi oranye menyatukan mereka dalam penyesalan.
Korupsi dan skandal berkelindan dalam satu barisan,
Mengkhianati kepercayaan rakyat yang mendambakan keadilan.
III. Catatan Akhir Berita yang Tak Boleh Terulang
Garut memberi warta tentang etika dan martabat wanita,
Bogor memberi warta tentang amanah rakyat yang diperjualbelikan tanpa dosa.
Ketika kekuasaan dijadikan tameng untuk nafsu dan keserakahan,
Maka kejatuhan adalah kepastian yang tak bisa dihindarkan.
Biar koran dan media mencatat semua berita ini,
Bukan sekadar gosip yang hilang disapu angin malam hari.
Tapi pelajaran bagi siapa pun yang kelak memimpin negeri.
Tahta tanpa integritas hanyalah kehancuran yang menanti.
Report
Resi Intan Permata S.H.
- Penulis: JJN

Saat ini belum ada komentar