Kebakaran Hanguskan 382 Tempat Usaha, Pemkab Garut Bersihkan Pasar Andir dan Siapkan Pasar Darurat
- account_circle JJN
- calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Nasib Pedagang Jadi Sorotan, Kerugian Masih Dihitung dan Pembangunan Kembali Pasar Menunggu Tahap Pemulihan.
GARUT, Journal Justice News – Kebakaran yang melanda Pasar Andir, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, menyisakan kerusakan besar dan mengancam keberlangsungan usaha ratusan pedagang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mulai membersihkan material sisa kebakaran pada Sabtu (10/10/2026), sekaligus menyiapkan pasar darurat agar aktivitas perdagangan dapat kembali berjalan.
Berdasarkan data awal pemerintah daerah, sebanyak 382 tempat usaha yang terdiri dari kios, los, dan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) terdampak kebakaran. Mayoritas tempat usaha tersebut dilaporkan hangus bersama barang dagangan milik pedagang.

Besarnya dampak kebakaran membuat percepatan penanganan menjadi kebutuhan mendesak. Bagi para pedagang, persoalan tidak berhenti pada kehilangan tempat berjualan, tetapi juga menyangkut pemulihan sumber penghasilan yang selama ini menopang kehidupan mereka.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut, Ridwan Effendi, mengatakan pembersihan material merupakan bagian dari tahapan tanggap darurat setelah penetapan status bencana akibat kebakaran tersebut.
“ Kami beserta segenap pihak melaksanakan giat tanggap darurat, salah satunya pembersihan area terdampak kebakaran. Ini merupakan agenda dalam tahapan tanggap darurat. Pembersihan material saat ini sedang dilaksanakan bersama para pihak,” ujarnya.
Menurut Ridwan, material sisa kebakaran harus segera dibersihkan dan diamankan agar proses penanganan berikutnya dapat dilakukan. Pemerintah berharap langkah tersebut menjadi awal pemulihan kegiatan perdagangan di Pasar Andir.
“Harapannya, ini bisa segera memulihkan kondisi para pedagang. Untuk tahap awal, mereka bisa segera beraktivitas, dan tentu materialnya harus kita amankan terlebih dahulu melalui pembersihan,” katanya.
Di tengah upaya pembersihan, Pemkab Garut melalui Disperindag ESDM masih melakukan inventarisasi untuk menghitung total kerugian materiil akibat kebakaran. Pendataan mencakup kerusakan infrastruktur serta kehilangan barang dagangan milik para pedagang.
Hingga kini, nilai kerugian keseluruhan belum ditetapkan. Pendataan tersebut menjadi bagian penting untuk mengetahui besarnya dampak kebakaran sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun langkah pemulihan.
Untuk mencegah aktivitas ekonomi pedagang terhenti terlalu lama, pemerintah daerah merencanakan pembangunan pasar darurat setelah pembersihan selesai. Lokasinya direncanakan tetap berada di kawasan Pasar Andir, sesuai hasil musyawarah dengan para pedagang.
Ridwan menjelaskan, pemerintah akan melanjutkan penanganan setelah tahapan tanggap darurat, termasuk menyiapkan fasilitas sementara agar pedagang dapat kembali menjalankan usahanya.
“Pasar darurat ini kami rencanakan di lokasi setempat. Berdasarkan hasil musyawarah, para pedagang berharap pasar darurat tetap berada di sini,” ungkapnya.
Rencana tersebut menjadi langkah awal untuk mengembalikan denyut perekonomian di kawasan pasar. Namun, pelaksanaannya tetap membutuhkan kejelasan tahapan, kesiapan lokasi, dan koordinasi agar para pedagang dapat kembali berjualan dengan aman.
Setelah penanganan tanggap darurat dan pembersihan material rampung, Pemkab Garut akan memasuki tahap transisi menuju pemulihan. Tahapan berikutnya mencakup perencanaan perbaikan serta pembangunan kembali Pasar Andir secara permanen.
Di tengah proses tersebut, percepatan pemulihan menjadi hal yang dinantikan para pedagang. Mereka membutuhkan kepastian agar dapat kembali berusaha, sementara pemerintah harus memastikan penanganan dilakukan secara terencana dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Dengan 382 tempat usaha terdampak berdasarkan data awal, tantangan pemerintah tidak hanya membersihkan puing-puing kebakaran, tetapi juga memastikan pemulihan pasar berjalan efektif dan keberlangsungan ekonomi pedagang mendapat perhatian.
Kini, keberhasilan penanganan kebakaran Pasar Andir akan diuji melalui langkah nyata: seberapa cepat pasar darurat dapat direalisasikan, seberapa akurat kerugian dapat didata, dan seberapa terencana pembangunan kembali pasar permanen dapat diwujudkan.
Red JJN
- Penulis: JJN
