Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Garut » DTK Persada 212 Garut Angkat Isu SARA dan Politik Identitas, Tokoh Lintas Iman Diminta Jadi Penjaga Moral

DTK Persada 212 Garut Angkat Isu SARA dan Politik Identitas, Tokoh Lintas Iman Diminta Jadi Penjaga Moral

  • account_circle JJN
  • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dialog Multikultural di Pendopo Garut Soroti Ancaman Polarisasi, Kampanye Hitam, dan Pembunuhan Karakter Berlatar Agama

GARUT, Journal Justice News – Ancaman politisasi agama, kampanye hitam, dan polarisasi sosial menjadi sorotan dalam Dialog Multikultural bertajuk Menegakkan Kemanusiaan dan Keluhuran Moral Lintas Iman yang digelar Dewan Tahfidzi Kabupaten (DTK) Persaudaraan Alumni 212 (Persada 212) Garut di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Selasa (13/10/2026).

Forum yang mempertemukan tokoh lintas agama, elemen masyarakat, dan unsur Pemerintah Kabupaten Garut itu menegaskan pentingnya menjaga toleransi sekaligus menempatkan tokoh agama sebagai penjaga moral publik, bukan alat kepentingan politik praktis.

Di tengah dinamika politik lokal, pesan yang mengemuka bukan sekadar ajakan menjaga kerukunan. Para tokoh juga mengingatkan bahwa perbedaan keyakinan tidak boleh dijadikan bahan untuk membangun kebencian, menyebarkan kampanye hitam, atau merusak reputasi seseorang melalui serangan berlatar agama.

Staf Ahli Bupati Garut Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), dr. Maskut Farid, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup diukur dari kemajuan fisik. Keharmonisan, rasa aman, dan kenyamanan masyarakat juga menjadi fondasi penting bagi kemajuan Garut.

“Pemerintah Kabupaten Garut sangat konsen terhadap hal-hal yang menyangkut masalah kerukunan. Bagaimana pun, kalau kita membangun dengan baik, tetapi masyarakatnya tidak harmonis dan tidak ada toleransi, hal itu juga kurang,” ujar Maskut.

Ia menilai dialog terbuka menjadi salah satu jalan untuk membangun kehidupan masyarakat yang damai. Sebaliknya, sikap radikal yang disertai kekerasan dinilai kontraproduktif terhadap upaya membangun daerah.

Menurutnya, upaya menjaga kondusivitas harus berjalan beriringan dengan pembangunan fisik agar masyarakat dapat menjalani kehidupan secara aman dan nyaman.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut, Hamzah Rukmana, mengapresiasi penyelenggaraan dialog tersebut. Ia menilai keragaman agama dan kepercayaan di Garut merupakan realitas sosial yang harus dirawat melalui kerja sama antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.

Hamzah menyebut Garut memiliki kekayaan kehidupan beragama, termasuk umat Islam, Katolik, Kristen, Konghucu, Buddha, serta komunitas penghayat kepercayaan Sunda Wiwitan.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa Kabupaten Garut ini bisa dikatakan sebagai episentrum terkait dengan kekayaan dan keragaman agama,” ungkapnya.

Menurut Hamzah, menjaga kerukunan tidak cukup berhenti pada hubungan baik antarumat beragama. Tradisi, seni, dan budaya lokal juga perlu dipelihara sebagai bagian dari identitas masyarakat yang hidup dalam keberagaman.

Pesan tersebut menegaskan bahwa keharmonisan sosial membutuhkan tindakan nyata, bukan hanya pernyataan seremonial. Sikap saling menghormati harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika masyarakat menghadapi perbedaan pilihan politik maupun pandangan keagamaan.

Ketua Umum DTK Persada 212 Garut, Aam Moh. Jalaludin, mengajak para kiai, ulama, romo, pendeta, biksu, rohaniwan, dan tokoh adat untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjunjung nilai kemanusiaan.

Ia juga menyerukan penolakan terhadap kampanye hitam dan pembunuhan karakter yang memanfaatkan identitas agama.

“Tugas kita sebagai tokoh lintas agama bukan menjadi alat politik praktis. Tugas kita adalah penyejuk, menjadi jangkar moral agar Garut tetap menjadi kota toleran, kota yang aman untuk semua anak-anak,” tegas Aam.

Pernyataan tersebut menjadi pesan penting menjelang dinamika politik lokal: identitas agama semestinya tidak diperalat untuk mengadu masyarakat atau membangun dukungan melalui sentimen kebencian.

Namun, komitmen antartokoh perlu dibuktikan melalui konsistensi sikap ketika muncul persoalan nyata di tengah masyarakat. Penolakan terhadap politisasi agama harus berlaku adil kepada siapa pun, tanpa melihat latar belakang kelompok, kedekatan politik, maupun kepentingan tertentu.

Dialog multikultural ini menempatkan toleransi, kemanusiaan, dan keluhuran moral sebagai landasan untuk menjaga kehidupan sosial di Kabupaten Garut.

Tantangan berikutnya adalah memastikan pesan dialog tidak berhenti di ruang pertemuan. Pemerintah, tokoh agama, dan elemen masyarakat perlu membangun ruang komunikasi yang terbuka, menangani potensi konflik secara proporsional, serta mencegah penyebaran ujaran kebencian dan informasi provokatif.

Sebab, kerukunan bukan berarti menghilangkan perbedaan. Kerukunan justru diuji ketika masyarakat mampu menghormati perbedaan keyakinan dan pilihan tanpa intimidasi, diskriminasi, maupun kekerasan.

Melalui dialog tersebut, DTK Persada 212 Garut bersama para tokoh lintas iman menyerukan agar nilai kemanusiaan ditempatkan di atas kepentingan kelompok. Pesan yang kini menanti pembuktian adalah apakah semangat toleransi itu benar-benar hadir dalam sikap dan tindakan ketika perbedaan mulai dipertentangkan di ruang publik.

Red JJN

  • Penulis: JJN

Rekomendasi Untuk Anda

  • Journal Justice News Resmi Diluncurkan di Garut, Tegaskan Pers Profesional, Independen dan Berpihak pada Kepentingan Publik

    Journal Justice News Resmi Diluncurkan di Garut, Tegaskan Pers Profesional, Independen dan Berpihak pada Kepentingan Publik

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Garut Samarang, journaljusticenews.com — Journal Justice News telah resmi meluncurkan platform media online, cetak, dan streaming melalui kegiatan launching yang digelar di Gedung PGRI Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, pada 9 September 2026. Kehadiran Journal Justice News tidak sekadar ditandai dengan seremoni peluncuran. Momentum tersebut menjadi penegasan komitmen media untuk menjalankan kerja jurnalistik secara profesional, independen, […]

  • DANA BOSP Rp 233 JUTA DIPERTANYAKAN, PKBM MANBAUL HIDAYAH BUNGKAM

    DANA BOSP Rp 233 JUTA DIPERTANYAKAN, PKBM MANBAUL HIDAYAH BUNGKAM

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 68
    • 0Komentar

    141 Warga Belajar Tercatat, Kepala PKBM Nasep Bahrul Ulum Tak Merespons Konfirmasi Wartawan Garut Samarang, Journal Justice News — Pengelolaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) di PKBM Manbaul Hidayah, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, menjadi sorotan. Lembaga yang tercatat memiliki 141 warga belajar itu disebut menerima alokasi BOSP sebesar Rp 233.300.000 pada tahun berjalan. Sabtu, […]

  • Distan Garut Salurkan Bantuan Benih Padi untuk Petani Bayongbong Terdampak Kekeringan

    Distan Garut Salurkan Bantuan Benih Padi untuk Petani Bayongbong Terdampak Kekeringan

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 24
    • 0Komentar

    GARUT, Journal Justice News — Dinas Pertanian Kabupaten Garut menyalurkan bantuan benih padi kepada petani di Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Bantuan tersebut diserahkan Kepala Dinas Pertanian Garut Ardhy Firdian dalam kegiatan syukuran yang digelar Kelompok Tani Peduli Pangan Harum Madu, Senin (28/9/2026). Ardhy mengatakan, bantuan benih tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah kepada […]

  • Sabu 5,07 Gram Disamarkan dalam Bungkus Permen Jeruk dan Rokok, Pemuda di Garut Diamankan

    Sabu 5,07 Gram Disamarkan dalam Bungkus Permen Jeruk dan Rokok, Pemuda di Garut Diamankan

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Polisi Telusuri Pemasok Berinisial B, Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Karangpawitan Masih Didalami GARUT, Journal Justice News – Berbagai cara diduga digunakan untuk menyamarkan narkotika agar tidak mudah dikenali. Di Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, polisi mengungkap dugaan peredaran sabu seberat bruto 5,07 gram yang dikemas dalam plastik bertuliskan “Permen Jeruk”, dibalut tisu putih, lalu disimpan […]

  • HAMPIR SETAHUN JANJI “NANTI DIBANGUN”, WARGA CIKUDA AKHIRNYA PATUNGAN KE MANA PRIORITAS PEMDES SINGAJAYA?

    HAMPIR SETAHUN JANJI “NANTI DIBANGUN”, WARGA CIKUDA AKHIRNYA PATUNGAN KE MANA PRIORITAS PEMDES SINGAJAYA?

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Garut Singajaya, journaljusticenews.com — Ketika akses jalan yang menjadi urat nadi warga dibiarkan rusak hampir satu tahun, masyarakat Kampung Cikuda RT 04 RW 09, Desa Singajaya, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, akhirnya mengambil langkah sendiri. Bukan menunggu lagi. Bukan sekadar mengeluh. Warga memilih patungan, membeli material, mengerahkan tenaga, dan membangun jalan secara swadaya setelah mengaku berulang […]

  • Polisi Kepung Peredaran Miras di Cilawu, Penjual dan 9 Botol Beralkohol Diamankan

    Polisi Kepung Peredaran Miras di Cilawu, Penjual dan 9 Botol Beralkohol Diamankan

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 34
    • 0Komentar

    GARUT, Journal Justice News – Peredaran minuman beralkohol kembali menjadi sasaran kepolisian. Dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat), Polsek Cilawu Polres Garut mengamankan seorang penjual minuman beralkohol beserta sembilan botol barang bukti dari sebuah warung/kios toko jamu di Desa Dayeuhmanggung, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. Operasi tersebut digelar pada Rabu (6/10/2026) sebagai langkah kepolisian menekan peredaran minuman […]

expand_less