Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Dua Angka, Satu Proyek Rp 842,3 Juta Di Papan VS Rp 901,6 Juta, Transparasi SMAN 18 Garut Diuji

Dua Angka, Satu Proyek Rp 842,3 Juta Di Papan VS Rp 901,6 Juta, Transparasi SMAN 18 Garut Diuji

  • account_circle JJN
  • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
  • visibility 101
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Papan Cantumkan Mulai 29 Juni 2026, P2SP Belum Dapat Dikonfirmasi Dokumen dan Fisik Jadi Ujian Transparansi

Garut, Journal Justice News — Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 di SMAN 18 Garut menjadi sorotan setelah muncul perbedaan nilai anggaran antara angka yang tercantum pada papan informasi dengan data yang dihimpun redaksi. Selasa, 29/09/2026.

Pada papan informasi kegiatan di lokasi, tercantum nilai pekerjaan sebesar Rp 842.345.559,72 untuk rehabilitasi empat ruang kelas, dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender terhitung mulai 29 Juni 2026.

Namun, sementara data yang dihimpun Journal Justice News menyebutkan nilai anggaran rehabilitasi SMAN 18 Garut sebesar Rp 901.679.000.

Dengan demikian terdapat perbedaan angka sebesar Rp 59.333.440,28.

Perbedaan tersebut belum dapat disebut sebagai penyimpangan, sebab redaksi masih perlu memastikan apakah kedua angka tersebut merujuk pada dokumen dan komponen anggaran yang sama.

Justru di sinilah dokumen menjadi penting.

Mengapa papan mencantumkan Rp 842.345.559,72, sementara data yang dihimpun redaksi menunjukkan Rp 901.679.000?

Apakah salah satunya merupakan nilai pekerjaan fisik, sedangkan angka lainnya merupakan total bantuan?

Apakah terdapat komponen perencanaan, pengawasan, pengelolaan atau komponen lain?

Ataukah terdapat perbedaan antara nilai dalam dokumen awal dengan nilai yang tercantum pada papan?

Jawabannya harus dapat ditemukan dalam PKS, RAB, RPD, dokumen teknis, SK bantuan dan dokumen realisasi.

Saat awak media mendatangi SMAN 18 Garut untuk meminta konfirmasi sekaligus melihat pembangunan rehabilitasi, awak media ditemui pihak Humas, Dikdik.

Dikdik menjelaskan bahwa Ketua P2SP, Deden, tidak berada di tempat karena istrinya sedang sakit. Sementara jajaran panitia disebut sedang mengajar dan kepala sekolah juga tidak berada di lokasi.

Terkait permintaan awak media untuk melihat pembangunan rehabilitasi, Dikdik mengatakan dirinya perlu berkoordinasi terlebih dahulu dengan Ketua P2SP.

“Terkait konfirmasi terhadap Ketua P2SP Deden, kebetulan istrinya lagi sakit sehingga tidak ada. Adapun terkait jajaran panitia sedang mengajar dan kepala sekolah tidak ada di tempat. Mengenai mau melihat pembangunan rehabilitasi, saya harus koordinasi dulu dengan Ketua P2SP,” tandasnya.

Keterangan tersebut menjadi bagian dari proses konfirmasi. Redaksi tetap membuka ruang kepada Ketua P2SP, kepala sekolah dan pihak terkait untuk menjelaskan perbedaan data tersebut.

Papan informasi telah mencantumkan sejumlah informasi pokok, termasuk nama sekolah, alamat, jenis kegiatan, nilai pekerjaan, sumber dana APBN, tahun anggaran serta tanggal mulai pekerjaan.

Karena itu, keberadaan papan tersebut sendiri bukan dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran.

Namun ketika muncul perbedaan antara Rp 842,3 juta dan Rp 901,6 juta, transparansi tidak cukup berhenti pada papan.

Angka tersebut perlu ditelusuri melalui PKS, RAB, RPD, rekening bantuan, bukti transaksi, progres fisik, kondisi empat ruang kelas.

Termasuk memastikan volume pekerjaan, spesifikasi, material, tenaga kerja dan seluruh komponen anggaran.

Mana nilai anggaran yang menjadi dasar resmi pelaksanaan?

Rp 842.345.559,72 sebagaimana tercantum di papan, atau Rp 901.679.000 sebagaimana data yang sementara dihimpun redaksi?

Jika kedua angka tersebut ternyata memiliki dasar dan peruntukan berbeda, maka penjelasan dokumen akan mengakhiri tanda tanya.

Namun jika terdapat perbedaan yang tidak dapat dijelaskan melalui dokumen resmi, maka persoalan tersebut perlu diklarifikasi lebih lanjut.

Journal Justice News menempatkan perbedaan angka ini sebagai temuan awal yang masih harus diverifikasi, bukan vonis adanya penyimpangan.

Sebab, papan informasi adalah pintu masuk. Dokumen anggaran, transaksi dan kondisi fisik empat ruang kelas adalah kunci untuk mengetahui fakta sebenarnya.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Kepala SMAN 18 Garut, Ketua P2SP Deden, serta pihak terkait lainnya.

Red JJN

  • Penulis: JJN

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warta dari Dua Tahta Garut dan Bogor

    Warta dari Dua Tahta Garut dan Bogor

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 29
    • 0Komentar

    I. Dari Lembah Garut: Janji Lima Hari Di Kota Dodol, berita itu pernah membakar udara, Seorang bupati mengucap janji di atas meja. Sumpah setia terucap manis dalam tajuk agama, Namun takdir pernikahan runtuh hanya dalam hitungan masa. Lima hari bertakhta di balik tirai sirri, Gadis muda diceraikan lewat selembar SMS dingin di jemari. Sebab mahkota […]

  • Patroli Dini Hari di Garut, 9 Pemuda Diamankan Bersama 27 Batu, Alasan untuk Jaga Diri Didalami Polisi

    Patroli Dini Hari di Garut, 9 Pemuda Diamankan Bersama 27 Batu, Alasan untuk Jaga Diri Didalami Polisi

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Sembilan pemuda, termasuk lima anak di bawah umur, diamankan di Jalan Ciledug. Polisi memanggil orang tua untuk mendukung penanganan lebih lanjut. GARUT, Journal Justice News – Patroli dini hari Satuan Samapta Polres Garut mengamankan sembilan pemuda beserta 27 buah batu di kawasan Jalan Ciledug, Kabupaten Garut, Minggu (18/10/2026), sekitar pukul 03.12 WIB. Batu-batu tersebut ditemukan […]

  • Todong Pelajar 12 Tahun dengan Pistol Mainan, Satu Terduga Pelaku Curas di Leuwigoong Ditangkap

    Todong Pelajar 12 Tahun dengan Pistol Mainan, Satu Terduga Pelaku Curas di Leuwigoong Ditangkap

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Korban Hendak Berangkat Sekolah Saat Ponselnya Dirampas, Satu Pelaku Diamankan Polisi dan Warga, Rekannya Masih Diburu GARUT, Journal Justice News – Keamanan anak saat berangkat sekolah kembali menjadi sorotan setelah seorang pelajar berusia 12 tahun diduga menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas) di Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Korban yang hendak berangkat sekolah seorang […]

  • Malam Mencekam di Pasar Andir Bayongbong, Puluhan Kios Dilalap Api, Penyebab Diburu Polisi

    Malam Mencekam di Pasar Andir Bayongbong, Puluhan Kios Dilalap Api, Penyebab Diburu Polisi

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 23
    • 0Komentar

    GARUT, Journal Justice News – Kebakaran hebat melanda Pasar Andir, Kampung Andir, RT 001/RW 006, Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (7/10/2026) malam. Sedikitnya 26 kios pedagang terdampak dalam peristiwa tersebut. Jumlah itu masih berpotensi bertambah karena pendataan oleh pihak terkait dan UPT Pasar masih berlangsung. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran […]

  • Aksi Curanmor Terbongkar Saat Alarm Menjerit, Warga dan Polisi Kejar Pelaku di Cibatu

    Aksi Curanmor Terbongkar Saat Alarm Menjerit, Warga dan Polisi Kejar Pelaku di Cibatu

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 42
    • 0Komentar

    GARUT, Journal Justice News – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kampung Sasakbeusi, Desa Sindangsuka, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, berujung gagal setelah alarm sepeda motor korban berbunyi dan membangunkan pemilik kendaraan. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 02.30 WIB. Alarm yang semula menjadi pengaman kendaraan justru menjadi penanda awal terbongkarnya aksi pelaku. Kapolsek […]

  • Sumbangan atau Pungutan? Nominal Jutaan Rupiah di SMAN 18 Garut Dipersoalkan

    Sumbangan atau Pungutan? Nominal Jutaan Rupiah di SMAN 18 Garut Dipersoalkan

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 67
    • 0Komentar

    GARUT, Journal Justice News — Label “sumbangan sukarela” di SMAN 18 Garut kini dipertanyakan. Sejumlah orang tua siswa mengaku keberatan setelah muncul nominal pilihan hingga Rp 2,5 juta, dengan pilihan lainnya Rp 2 juta, Rp 1,5 juta dan Rp 1,2 juta. Bagi orang tua, persoalannya bukan sekadar soal besar kecilnya uang, tetapi mengapa sumbangan yang […]

expand_less