Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Garut » Rumah Nyaris Roboh, Ibu Aminah Malah Tak Terdeteksi DTSEN, Pemerintah Diminta Segera Bertindak

Rumah Nyaris Roboh, Ibu Aminah Malah Tak Terdeteksi DTSEN, Pemerintah Diminta Segera Bertindak

  • account_circle JJN
  • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GARUT, Journal Justice News – Di tengah berbagai program perlindungan sosial pemerintah, kondisi memprihatinkan dialami Ibu Wati, seorang janda dhuafa penyandang disabilitas tuna rungu dan tuna wicara yang tinggal bersama anaknya, Abdullah Yusuf Ibrahim, di Kampung Galeuh Pakuan, RT 02/RW 09, Desa Galihpakuwon, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut.

Keduanya masih menempati rumah yang kondisinya jauh dari layak huni. Lantai papan rumah tersebut telah lapuk dan berpotensi membahayakan keselamatan penghuni. Sementara itu, atap pada bagian kamar depan dilaporkan telah lama ambruk dan hingga kini hanya ditutup menggunakan plastik.

Kondisi bagian depan rumah juga semakin memprihatinkan. Sebagian genting sudah tidak ada sehingga ketika hujan turun, air berpotensi masuk ke dalam rumah.

Ironisnya, kondisi fisik rumah yang memprihatinkan tersebut belum berbanding lurus dengan akses Ibu Wati terhadap bantuan sosial. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Ibu Wati belum mendapatkan manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) karena dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) tercatat berada pada desil 5.

Padahal, kondisi sosial dan ekonomi keluarga tersebut menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.

Ibu Wati diketahui bekerja sebagai buruh tani untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan keterbatasan pendengaran dan kemampuan berbicara, ia tetap berusaha bertahan hidup di tengah kondisi rumah yang membutuhkan perbaikan.

Sementara anaknya, Abdullah Yusuf Ibrahim, masih berstatus sebagai pelajar di SMK Al Hikam yang berada di Desa Galihpakuwon.

Persoalan data sosial ekonomi keluarga Ibu Wati bukan tidak pernah ditindaklanjuti.

Pendamping sosial Desa Galihpakuwon disebut telah melakukan ground checking sebanyak tiga kali untuk melihat secara langsung kondisi keluarga tersebut. Pengusulan agar desil Ibu Wati diturunkan juga disebut telah dilakukan berkali-kali.

Namun hingga kini, perubahan status desil tersebut belum terealisasi.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan, ketika kondisi faktual di lapangan menunjukkan sebuah keluarga hidup dalam keterbatasan dan menempati rumah yang tidak layak, mengapa pembaruan data sosial ekonominya belum juga menghasilkan perubahan?

Persoalan ini penting mendapat perhatian karena data sosial bukan sekadar angka dalam sistem. Data tersebut menjadi salah satu dasar dalam menentukan sasaran berbagai program perlindungan sosial.

Pada Jumat, 2 Oktober 2026, kondisi Ibu Wati kembali mendapat perhatian. Kunjungan dilakukan ke kediamannya oleh Supriadi dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut bersama Jaman selaku pendamping sosial Desa Galihpakuwon.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kehidupan Ibu Wati dan rumah yang ditempatinya.

Kondisi rumah yang terlihat di lapangan menjadi gambaran nyata bahwa persoalan yang dihadapi Ibu Wati tidak hanya menyangkut bantuan sosial, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan dan kelayakan tempat tinggal.

Lantai papan yang lapuk, atap kamar yang ambruk dan hanya ditutup plastik, serta sebagian genting bagian depan yang telah hilang membuat rumah tersebut membutuhkan perhatian dan penanganan.

Kasus Ibu Wati menjadi gambaran bahwa akurasi data sosial ekonomi harus terus dijaga dan diperbarui sesuai kondisi faktual masyarakat.

Ground checking yang telah dilakukan berulang kali semestinya menjadi bagian penting dalam memastikan apakah data yang tercatat masih menggambarkan keadaan sebenarnya.

Pertanyaannya kini bukan hanya mengapa Ibu Wati masih berada pada desil 5, tetapi juga kapan hasil verifikasi lapangan tersebut benar-benar ditindaklanjuti dalam pembaruan data?

Di sisi lain, kondisi rumah yang berisiko terhadap keselamatan penghuni juga membutuhkan perhatian lintas sektor. Persoalan rumah tidak layak huni tidak semata-mata berkaitan dengan bansos, tetapi juga menyangkut intervensi program perumahan, pemerintah desa, pemerintah daerah, serta kemungkinan dukungan sosial lainnya.

Ibu Wati dan anaknya tidak membutuhkan sekadar kunjungan dan pendataan. Mereka membutuhkan kepastian tindak lanjut.

Sebab, ketika lantai rumah sudah lapuk, atap kamar telah ambruk dan hanya ditutup plastik, keselamatan penghuni tidak seharusnya menunggu sampai terjadi musibah.

Kini bola ada di tangan pemerintah: apakah kondisi nyata Ibu Wati akan segera diterjemahkan menjadi kebijakan dan bantuan yang tepat sasaran, atau kembali berhenti sebagai catatan dalam data?

Red JJN

  • Penulis: JJN

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proyek Revitalisasi SMKN 12 Garut Rp1 Miliar Disorot, Papan Proyek Minim Rincian

    Proyek Revitalisasi SMKN 12 Garut Rp1 Miliar Disorot, Papan Proyek Minim Rincian

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Garut journaljusticenews.com — Proyek Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi SMK Tahun Anggaran 2026 di SMK Negeri 12 Garut dengan nilai anggaran mencapai Rp1 miliar dari APBN mulai menjadi sorotan. Selain persoalan transparansi informasi proyek, kondisi pelaksanaan pekerjaan di lapangan juga memunculkan pertanyaan terkait pengawasan dan keselamatan kerja. Proyek tersebut dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) […]

  • Sekolah Sepi, BOS RP 216 Juta Data Siswa SMA Islam As Sakinah Pakenjeng Diduga Tak Sesuai Kondisi

    Sekolah Sepi, BOS RP 216 Juta Data Siswa SMA Islam As Sakinah Pakenjeng Diduga Tak Sesuai Kondisi

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Garut Pakenjeng, journaljusticenews.com – SMA Islam As Sakinah Pakenjeng yang berada di bawah naungan Yayasan As Sakinah Pakenjeng menjadi sorotan setelah muncul dugaan ketidaksesuaian antara data jumlah siswa yang tercatat di sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan kondisi riil di lapangan. Berdasarkan data Dapodik tahun 2025, SMA Islam As Sakinah Pakenjeng tercatat memiliki 144 siswa. […]

  • DTK Persada 212 Garut Angkat Isu SARA dan Politik Identitas, Tokoh Lintas Iman Diminta Jadi Penjaga Moral

    DTK Persada 212 Garut Angkat Isu SARA dan Politik Identitas, Tokoh Lintas Iman Diminta Jadi Penjaga Moral

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Dialog Multikultural di Pendopo Garut Soroti Ancaman Polarisasi, Kampanye Hitam, dan Pembunuhan Karakter Berlatar Agama GARUT, Journal Justice News – Ancaman politisasi agama, kampanye hitam, dan polarisasi sosial menjadi sorotan dalam Dialog Multikultural bertajuk Menegakkan Kemanusiaan dan Keluhuran Moral Lintas Iman yang digelar Dewan Tahfidzi Kabupaten (DTK) Persaudaraan Alumni 212 (Persada 212) Garut di Gedung […]

  • Gadgets on the Go: Top Tech for Business Travelers

    Gadgets on the Go: Top Tech for Business Travelers

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle JJN
    • visibility 325
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Power Up: Advanced Charging Solutions and Battery Tech Innovations

    Power Up: Advanced Charging Solutions and Battery Tech Innovations

    • calendar_month Sabtu, 24 Feb 2024
    • account_circle JJN
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Smart Homes: Beyond Automation to AnticipationIf 2023 could be summarized in the gadget space, it would be the year where our homes started truly “understanding” us. Gone are the days of generic automation. With advancements in AI, homes now anticipate needs. Your coffee machine knows when you’ve had a rough night and adjusts the brew […]

  • Streamlining Tasks: Automation Gadgets Revolutionizing Everyday Work

    Streamlining Tasks: Automation Gadgets Revolutionizing Everyday Work

    • calendar_month Rabu, 17 Jan 2024
    • account_circle JJN
    • visibility 423
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

expand_less