Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Garut » “Martabak Korlap” Banjarwangi–Singajaya–Pendeuy Jalan Rusak, Tambal Sulam, Publik Tagih Kepastian

“Martabak Korlap” Banjarwangi–Singajaya–Pendeuy Jalan Rusak, Tambal Sulam, Publik Tagih Kepastian

  • account_circle JJN
  • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
  • visibility 56
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GARUT  – Ruas jalan Banjarwangi–Singajaya–Pendeuy kembali menjadi sorotan. Jalur yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Garut itu dinilai belum mendapatkan penanganan yang sebanding dengan tingkat kerusakan serta kebutuhan warga.

Lubang, permukaan jalan tidak rata, retakan hingga tambalan yang kembali rusak masih menjadi pemandangan di sejumlah titik. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik: sampai kapan masyarakat harus melewati jalan yang terus diperbaiki, tetapi kembali rusak?

Aliansi Gema BSP bahkan melontarkan sindiran keras dengan menyebut kondisi jalan tersebut seperti “martabak korlap”, berlapis-lapis tambalan, tetapi belum menghasilkan permukaan jalan yang benar-benar layak.

Bagi masyarakat, ungkapan itu bukan sekadar guyonan. Sindiran tersebut menggambarkan akumulasi kekecewaan terhadap pola penanganan infrastruktur yang dinilai lebih banyak berkutat pada tambal sulam daripada penyelesaian yang menyentuh persoalan mendasar.

“Ini bukan sekadar jalan rusak biasa. Ini jalur utama masyarakat. Kalau terus dibiarkan, dampaknya sangat luas, dari ekonomi sampai keselamatan,” ujar salah seorang warga.

Kerusakan jalan bukan hanya menyangkut kenyamanan berkendara. Permukaan jalan berlubang dan tidak rata dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Di sisi lain, kondisi tersebut juga berpotensi memperlambat distribusi barang, meningkatkan biaya transportasi, serta menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, tuntutan warga bukan sekadar meminta jalan ditambal. Masyarakat menginginkan pembangunan yang terencana, terukur, berkualitas dan memiliki kepastian penyelesaian.

Sorotan semakin tajam ketika publik mempertanyakan kebijakan anggaran pemerintah daerah. Berapa anggaran yang dialokasikan untuk ruas Banjarwangi–Singajaya–Pendeuy? Bagaimana volume dan spesifikasi pekerjaannya? Siapa pelaksananya? Apa target penanganannya? Dan yang paling penting, apakah hasil pekerjaan benar-benar sebanding dengan anggaran publik yang dikeluarkan?

Pertanyaan tersebut menjadi relevan ketika jalan yang telah diperbaiki kembali mengalami kerusakan. Jika hal itu terjadi berulang, persoalannya bukan lagi sekadar kondisi jalan, tetapi menyangkut efektivitas perencanaan, kualitas pekerjaan, pengawasan, serta akuntabilitas penggunaan anggaran.

Aliansi Gema BSP bersama masyarakat mendorong pemerintah daerah tidak lagi memandang persoalan tersebut sebagai keluhan rutin yang cukup dijawab dengan tambal sulam.

Masyarakat meminta adanya keterbukaan mengenai status penanganan, sumber anggaran, nilai pekerjaan, pelaksana, spesifikasi teknis, target waktu, serta kualitas pekerjaan.

Uang pembangunan berasal dari anggaran publik. Karena itu, masyarakat memiliki kepentingan untuk mengetahui bagaimana anggaran tersebut direncanakan dan digunakan.

Jangan sampai jalan hanya menjadi mulus di atas dokumen, sementara kenyataannya tetap berlubang di lapangan.

Kini perhatian publik tertuju kepada Pemerintah Kabupaten Garut dan instansi teknis terkait. Apakah ruas Banjarwangi–Singajaya–Pendeuy benar-benar akan menjadi prioritas pembangunan, atau kembali menjadi bagian dari daftar panjang janji perbaikan?

Masyarakat tidak membutuhkan slogan. Mereka membutuhkan jalan yang layak dan pekerjaan yang dapat dipertanggungjawabkan

Journal Justice News memberikan ruang kepada Pemerintah Kabupaten Garut maupun instansi teknis terkait untuk menyampaikan klarifikasi, data anggaran, rencana penanganan, serta penjelasan teknis mengenai kondisi dan program perbaikan ruas tersebut.

Sebab pada akhirnya, “martabak korlap” bukan sekadar sindiran. Ia adalah alarm bahwa masyarakat mulai lelah melihat jalan yang terus ditambal, sementara kepastian penyelesaian tak kunjung terlihat.

Red JJN

  • Penulis: JJN

Rekomendasi Untuk Anda

  • Next-Gen Consoles and Accessories for the Ultimate Experience

    Next-Gen Consoles and Accessories for the Ultimate Experience

    • calendar_month Minggu, 7 Jan 2024
    • account_circle JJN
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

  • Dari Beras 10 Kg hingga Dana Talangan, Tata Kelola Desa Tanjungjaya Disorot

    Dari Beras 10 Kg hingga Dana Talangan, Tata Kelola Desa Tanjungjaya Disorot

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Beras 10 Kg Diduga Hanya 7,5 Kg, KPM Dibebani Pungutan Tanpa Berita Acara yang Jelas GARUT, Journal Justice News – Persoalan di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, tidak hanya menyangkut penyaluran bantuan pangan beras yang diduga dibebani pungutan Rp 40.000 per Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sabtu, 3/10/2026. Sejumlah persoalan lain terkait pembangunan desa, pengelolaan […]

  • Delapan Kali Bawang Merah Raib, Kerugian Capai 5 Kuintal, Tiga Terduga Pelaku Diamankan di Wanaraja

    Delapan Kali Bawang Merah Raib, Kerugian Capai 5 Kuintal, Tiga Terduga Pelaku Diamankan di Wanaraja

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Pencurian Berulang Sejak September Terungkap, Polisi Sita 100 Kilogram Bawang Merah dan Tiga Sepeda Motor GARUT, Journal Justice News – Kasus pencurian bawang merah yang diduga berlangsung berulang kali di Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, akhirnya terungkap. Jajaran Polsek Wanaraja, Polres Garut, mengamankan tiga pria yang diduga terlibat dalam pencurian bawang merah dari gudang penyimpanan milik […]

  • DATA 28 SISWA MA AL-INAYAH DIDUGA “NYASAR” KE PKBM, ORANG TUA MINTA JAWABAN SIAPA YANG INPUT?

    DATA 28 SISWA MA AL-INAYAH DIDUGA “NYASAR” KE PKBM, ORANG TUA MINTA JAWABAN SIAPA YANG INPUT?

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Siswa Dinyatakan Aktif di MA, Namun Tercatat di PKBM PNF Sebut Baru Mengetahui dari Wartawan, TKA Menanti Kejelasan Data Garut, Pakenjeng, Journal Justice News — Persoalan administrasi peserta didik mencuat di lingkungan MA Al-Inayah, Pakenjeng, Kabupaten Garut. Dokumen resmi madrasah menyatakan 28 peserta didik kelas XII berstatus aktif pada Tahun Ajaran 2026/2027. Namun, dalam dokumen tersebut […]

  • Bupati Garut Lantik Dua Kades Hasil PAW, Titip Tiga Prioritas Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi

    Bupati Garut Lantik Dua Kades Hasil PAW, Titip Tiga Prioritas Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 26
    • 0Komentar

    GARUT, Garut Kota Journal Justice News — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melantik dua kepala desa hasil Pemilihan Antar Waktu (PAW) di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Jumat (25/9/2026). Dua kepala desa yang dilantik yakni Sugiono sebagai Kepala Desa Margamulya, Kecamatan Cikajang, dan Supriatna sebagai Kepala Desa Lembang, Kecamatan Leles. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari […]

  • KPK Usut Dugaan Pemotongan Insentif di Bogor, Dulsamson: Jangan Berhenti pada Rp1,5 Miliar

    KPK Usut Dugaan Pemotongan Insentif di Bogor, Dulsamson: Jangan Berhenti pada Rp1,5 Miliar

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle JJN
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Bogor, journaljusticenews.com  — Aroma persoalan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Bogor kembali menguat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyidik dugaan penerimaan uang yang diduga bersumber dari pemotongan insentif pegawai Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda). Kamis, 17/09/2026. Uang sekitar Rp1,5 miliar telah diamankan KPK dalam rangkaian penyelidikan. Lembaga antirasuah menyebut uang tersebut diduga berasal dari pemotongan […]

expand_less