Tragedi Kapal Virgo Bupati Garut Pastikan Korban Asal Garut Dipulangkan, 10 Masih Dalam Penanganan
- account_circle JJN
- calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
- visibility 51
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Garut Karangpawitan, journaljusticenews.com — Musibah tenggelamnya Kapal Virgo rute Surabaya–Banjarmasin menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban asal Kabupaten Garut. Di tengah ketidakpastian nasib sejumlah penumpang, Pemerintah Kabupaten Garut memastikan tidak akan tinggal diam dan berkomitmen mengawal proses identifikasi hingga pemulangan korban.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, saat mendatangi keluarga korban di halaman Masjid Al-Hasbi, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Senin (14/9/2026).

Kedatangan Bupati bukan sekadar menyampaikan belasungkawa. Pemerintah daerah berupaya memastikan keluarga memperoleh informasi yang jelas terkait keberadaan anggota keluarganya sekaligus menyiapkan langkah penanganan apabila korban telah berhasil dievakuasi dan diidentifikasi.
Syakur menegaskan, ada dua hal mendesak yang menjadi perhatian Pemkab Garut. Pertama, memastikan korban asal Garut dapat segera diidentifikasi. Kedua, mengupayakan agar korban meninggal dunia dapat dipulangkan ke daerah asal untuk diserahkan kepada keluarga.
“Ya, pertama adalah supaya bisa segera diidentifikasi keluarga korban yang berasal dari Garut. Yang kedua juga mereka sangat berharap bahwa korban yang meninggal itu bisa dibawa kembali ke Kabupaten Garut,” ujar Syakur.
23 Warga Garut Terdampak, Nasib Sebagian Korban Masih Menunggu Kepastian Berdasarkan data sementara yang dihimpun Pemerintah Kabupaten Garut, terdapat 23 orang korban asal Garut yang tercatat dalam musibah tersebut.

Dari jumlah itu, 11 orang dinyatakan selamat berdasarkan komunikasi yang dilakukan pemerintah bersama pihak keluarga, baik melalui panggilan video maupun pesan.
Sementara dua korban telah dikonfirmasi meninggal dunia. Adapun korban lainnya masih berada dalam proses pencarian dan penanganan.
Kondisi tersebut membuat kepastian informasi menjadi sangat penting. Bagi keluarga korban, setiap informasi bukan sekadar angka atau laporan administratif, melainkan menyangkut kepastian mengenai nasib orang yang mereka cintai.
Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, Basarnas, instansi terkait, serta keluarga korban menjadi bagian krusial dalam proses pencarian, identifikasi dan pemulangan.
Syakur menyatakan Pemkab Garut akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta instansi terkait di lokasi kejadian.
Menurutnya, lokasi musibah yang berada di jalur antara Surabaya dan Banjarmasin membuat proses penanganan dan pemulangan membutuhkan koordinasi lintas wilayah.
“Saya sampaikan bahwa kita akan mengupayakan itu semaksimal mungkin, supaya nanti juga dilihat koordinasi dengan Basarnas di sana,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Garut juga akan membantu kebutuhan administratif keluarga serta melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait apabila proses identifikasi dan pemulangan korban telah memasuki tahap berikutnya.
“Kita akan koordinasi karena juga kan lokasinya ada di tengah-tengah. Kita juga paling kita kirim ke Surabaya atau ke Banjarmasin,” pungkasnya.

Musibah Kapal Virgo kini bukan hanya persoalan pencarian dan evakuasi. Persoalan berikutnya adalah memastikan setiap korban dapat diidentifikasi secara tepat, keluarga memperoleh informasi yang akurat, serta korban meninggal dunia dapat dipulangkan secara layak.
Di tengah situasi tersebut, keluarga korban tentu tidak membutuhkan sekadar janji. Mereka membutuhkan kepastian informasi, kecepatan koordinasi, dan tindakan nyata pemerintah.
Pemkab Garut pun kini dituntut memastikan komunikasi tidak terputus dan setiap perkembangan penanganan korban disampaikan secara terbuka kepada keluarga.
Sebab, bagi keluarga yang masih menunggu kabar, ketidakpastian adalah beban yang jauh lebih berat daripada sekadar menunggu.
Red JJN
- Penulis: JJN
